Sabtu, 11 Juli 2026

Kelompok 7 Pendidikan Pancasila kelas XI semester 1

 Kelompok 7 Pendidikan Pancasila kelas XI semester 1

DEMOKRASI BERDASARKAN UUD 1945

C. Perilaku Demokratis Berdasarkan UUD NRI Tahun 1945 pada Era Keterbukaan Informasi

  Soal

Pemantik

1. Apa makna dari demokrasi?

2. Apa yang Anda ketahui tentang era keterbukaan informası?

3. Bagaimana penerapan perilaku demokratis di era keterbukaan informasi?

 

Perilaku demokratis berdasarkan UUD NRI Tahun 1945 pada era keterbukaan informasi mencakup berbagai aspek yang menggabungkan prinsip-prinsip demokrasi dengan akses yang lebih luas ke informasi.

1.   Makna Demokrasi

Demokrasi adalah sebuah sistem pemerintahan di mana kekuasaan untuk mengambil keputusan politik berada di tangan rakyat. Hal ini bisa dilakukan secara langsung atau melalui perwakilan yang dipilih dalam pemilihan umum.

a. Pengertian demokrasi

     Istilah demokrasi berasal dari kata Yunani yaitu "demos" yang artinya rakyat, dan "kratos" yang artinya pemerintahan. Dalam sistem pemerintahan demokrasi, rakyat diberi hak dan kebebasan untuk menyampaikan pendapat dan ikut serta dalam proses pengambilan keputusan di tingkat pemerintahan. Demokrasi merupakan sistem di mana kekuasaan politik berada di tangan rakyat atau warga negara. Di dalamnya, rakyat diberikan kesempatan untuk berpartisipasi dalam pembuatan keputusan politik, baik secara langsung maupun tidak langsung melalui pemilihan perwakilan. Prinsip utama demokrasi adalah pemerintahan yang bertujuan melayani kepentingan rakyat dan wajib bertanggung jawab kepada mereka.

                 Berikut ini beberapa pengertian demokrasi menurut para ahli.

1) Montesquieu

     Kekuasaan negara harus dibagi dan dilaksanakan oleh tiga lembaga atau institusi yang berbeda dan terpisah satu sama lainnya, yaitu (1) legislatif yang merupakan pemegang kekuasaan untuk membuat undang-undang, (2) eksekutif yang memiliki kekuasaan dalam melaksanakan undang-undang, (3) yudikatif yang memegang kekuasaan untuk mengadili pelaksanaan undang-undang. Masing-masing institusi tersebut berdiri secara independen tanpa dipengaruhi oleh institusi lainnya.

2) John L. Esposito

     Pada sistem demokrasi semua orang berhak berpartisipasi, baik terlibat aktif maupun mengontrol kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah. Selain itu, tentu saja dalam lembaga resmi pemerintah terdapat pemisahan yang jelas antara unsur eksekutif, legislatif, maupun yudikatif.

3) Joseph A. Schemer

     Menurut Joseph A. Schemer, demokrasi adalah suatu perencanaan institusional.. Perencanaan tersebut dilakukan untuk mencapai sebuah keputusan politik. Di mana setiap individu akan memperoleh kekuasaan untuk memutuskan cara perjuangan kompetitif. Hal itu dilakukan atas dasar suara rakyat.

 

b. Ciri demokrasi

          Demokrasi di Indonesia memiliki karakteristik unik yang berakar pada sejarah, budaya, dan dinamika sosial-politik negara. Berikut beberapa karakteristik khas dari demokrasi Indonesia.

1) Pancasila sebagai filosofi dasar

     Pancasila sebagai ideologi dan fondasi filosofis bagi Indonesia menjadi panduan dalam pelaksanaan demokrasi. Nilai-nilai dalam Pancasila seperti Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang adil dan beradab, Persatuan Indonesia, Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, dan Keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia merupakan dasar demokrasi di Indonesia.

2) Sistem pemilihan umum

     Indonesia menggelar pemilihan umum secara berkala yang bebas, rahasia, jujur, dan adil untuk memilih perwakilan rakyat dan pemimpin negara.

3) Partisipasi aktif masyarakat

     Warga negara diberikan hak untuk berpartisipasi dalam pembuatan keputusan melalui pemilihan umum dan organisasi masyarakat sipil.

4) Kebebasan pers

     Kebebasan pers dan ekspresi dihormati sebagai bagian dari hak asasi manusia. Media berperan aktif dalam menyebarkan informasi dan melakukan pengawasan terhadap pemerintah.

5) Musyawarah untuk mufakat

     Tradisi musyawarah dalam mencapai mufakat telah lama tertanam dalam budaya Indonesia, tecermin dalam proses pengambilan keputusan di berbagai tingkatan pemerintahan dan masyarakat.

c. Fungsi demokrasi

            Demokrasi sebagai sistem pemerintahan dan bentuk organisasi sosial, memiliki beberapa fungsi utama yang penting untuk kehidupan politik dan sosial suatu negara. Berikut beberapa fungsi dari demokrasi.

1) Representasi kepentingan publik

     Dalam demokrasi, pemerintahan dipilih oleh rakyat dan bertujuan untuk mewakili kepentingan publik. Hal ini memastikan bahwa kebijakan dan undang-undang yang dibuat mencerminkan keinginan dan kebutuhan masyarakat.

2) Partisipasi masyarakat

     Demokrasi memberikan kesempatan kepada warga negara untuk berpartisipasi aktif dalam proses politik, baik melalui pemilihan umum, referendum, atau melalui organisasi masyarakat sipil. Partisipasi ini penting untuk memastikan bahwa suara masyarakat didengar dan diperhitungkan dalam pengambilan keputusan.

3) Pemeliharaan hak dan kebebasan individu

     Fungsi penting demokrasi adalah melindungi hak asasi manusia dan kebebasan individu, termasuk kebebasan berbicara, berkumpul, dan beragama. Demokrasi memastikan bahwa hak individu dilindungi dari tindakan sewenang-wenang pemerintah atau kelompok mayoritas.

 

 

4) Keadilan dan kesetaraan

     Demokrasi berupaya untuk memastikan kesetaraan di depan hukum dan keadilan sosial. Setiap warga negara, tanpa memandang status atau latar belakangnya, harus memiliki akses yang sama terhadap sumber daya dan kesempatan.

5) Transparansi dan akuntabilitas

     Dalam sistem demokrasi, pemerintah diharuskan untuk bersikap transparan dalam kegiatannya dan bertanggung jawab kepada publik. Hal ini memungkinkan warga untuk mengawasi dan mengevaluasi kinerja pemerintah mereka.

d. Tujuan demokrasi di Indonesia

Demokrasi di Indonesia dijalankan dengan serangkaian tujuan yang mencerminkan aspirasi dan cita-cita bangsa. Berikut beberapa tujuan demokrasi di Indonesia.

1) Mengukuhkan kedaulatan rakyat.

2) Mewujudkan keadilan.

3) Perlindungan hak asasi manusia.

4) Meningkatkan partisipasi publik..

5) Menciptakan stabilitas dan ketertiban.

e.     Sistem demokrasi di Indonesia

Demokrasi di Indonesia memiliki keunikan, menggabungkan prinsip-prinsip demokrasi global dengan nilai-nilai lokal. Walaupun mengikuti prinsip umum seperti pemilihan umum dan kedaulatan rakyat, sistem ini menanamkan nilai-nilai budaya dan filosofi nasional dalam praktiknya.

            Contohnya, tradisi musyawarah dan mufakat yang kuat dalam budaya Indonesia diangkat sebagai prinsip penting dalam pengambilan keputusan pemerintah. Hal ini menunjukkan preferensi Indonesia terhadap konsensus dan kerja sama, bukan konflik.

     Sila keempat Pancasila, yang menekankan pada musyawarah dalam pengambilan keputusan, mencerminkan kepercayaan bahwa solusi terbaik untuk isu-isu sosial dan politik ditemukan melalui diskusi dan kesepakatan.

            Demokrasi Pancasila juga menyoroti pentingnya keseimbangan antara hak individu dan kebutuhan kolektif. Hal ini menunjukkan bahwa demokrasi tidak hanya fokus pada hak dan kebebasan, tetapi juga pada tanggung jawab sosial.

            Dengan demikian, demokrasi di Indonesia adalah upaya menyelaraskan prinsip-prinsip demokrasi universal dengan nilai-nilai lokal, menciptakan model demokrasi yang sesuai dengan karakter bangsa Indonesia.

f. Perjalanan demokrasi di Indonesia

            Perjalanan demokrasi di Indonesia telah mengalami berbagai fase dan tantangan sejak negara ini merdeka pada tahun 1945. Berikut garis besar dari perjalanan demokrasi di Indonesia.

1) Era awal kemerdekaan (1945-1959)

     Setelah merdeka dari penjajahan Belanda, Indonesia mengadopsi sistem demokrasi parlementer dengan UUD 1945 sebagai konstitusi. Namun, sistem ini mengalami ketidakstabilan politik, ditandai dengan pergantian kabinet yang sering dan kurangnya kesepakatan politik.

2) Era demokrasi terpimpin (1959-1966)

     Pada tahun 1959, Presiden Soekarno mengeluarkan Dekret Presiden yang mengakhiri sistem demokrasi parlementer dan menggantinya dengan demokrasi terpimpin. Era ini ditandai dengan peningkatan kekuasaan eksekutif dan pengurangan peran legislatif.

3) Era Orde Baru (1966-1998)

     Setelah jatuhnya Soekarno, Soeharto naik ke kekuasaan dan memulai era Orde Baru. Era ini ditandai dengan pemerintahan otoriter, pembatasan kebebasan politik dan pers, serta kontrol ketat terhadap kehidupan politik. Meskipun ada pertumbuhan ekonomi, tindakan represif dan korupsi menjadi ciri khas masa ini.

4) Reformasi dan transisi menuju demokrasi (1998-sekarang)

     Jatuhnya Soeharto pada tahun 1998 membuka era Reformasi. Era ini ditandai dengan transisi menuju demokrasi, kebebasan pers, reformasi politik dan hukum, desentralisasi kekuasaan, serta pemilihan umum yang lebih bebas dan adil.

          Perubahan konstitusi, termasuk empat kali amendemen UUD 1945, memperkuat lembaga demokrasi dan hak asasi manusia, serta mengatur sistem pemerintahan yang lebih demokratis dan transparan.

          Indonesia mengadopsi sistem presidensial dengan pemilihan presiden langsung oleh rakyat. MPR (Majelis Permusyawaratan Rakyat) tidak lagi menjadi pemegang kedaulatan rakyat, serta DPR (Dewan Perwakilan Rakyat) dan DPD (Dewan Perwakilan Daerah) memiliki peran lebih besar dalam politik nasional.

 

2. Perilaku Demokratis pada Era Keterbukaan Informasi

     Perilaku demokratis pada era keterbukaan informasi merupakan aspek penting dalam masyarakat modern dan demokrasi yang berkembang. Era keterbukaan informasi, yang ditandal dengan akses mudah ke berbagai sumber informasi dan komunikasi membawa pengaruh signifikan terhadap perilaku demokratis dalam berbagai aspek.

a. Prinsip perilaku demokratis pada era keterbukaan informasi

     Prinsip-prinsip perilaku demokratis pada era keterbukaan informasi menggabungkan nilai-nilai tradisional demokrasi dengan tantangan dan peluang yang dibawa oleh era digital. Berikut ini penjelasan lebih rinci tentang masing-masing prinsip.

1) Demokrasi yang berketuhanan Yang Maha Esa

     Demokrasi yang berketuhanan Yang Maha Esa merupakan salah satu prinsip penting dalam konteks demokrasi di Indonesia, yang mencerminkan nilai-nilai dasar yang terkandung dalam Pancasila, terutama pada sila pertama, "Ketuhanan Yang Maha Esa". Prinsip ini menekankan pentingnya menghormati keberagaman kepercayaan dan keagamaan sebagai fondasi moral dan etika dalam praktik demokrasi. Berikut beberapa aspek penting dari prinsip perilaku demokratis pada era keterbukaan informasi.

a) Menghormati keberagaman kepercayaan

     Dalam masyarakat yang majemuk seperti Indonesia, menghormati berbagai kepercayaan dan agama merupakan kunci untuk menjaga harmoni sosial. Setiap warga negara memiliki hak untuk memeluk dan menjalankan agama atau kepercayaan mereka tanpa diskriminasi.

b) Penerapan nilai-nilai etika dan moral

     Nilai-nilai etika dan moral yang bersumber dari kepercayaan pada Tuhan menjadi pedoman dalam berdemokrasi, seperti kejujuran, keadilan, dan tanggung jawab. Keputusan politik dan kebijakan publik harus mencerminkan prinsip-prinsip etika dan tidak hanya didasarkan pada kepentingan pragmatis.

c) Kerukunan antaragama

     Mendorong dialog dan kerja sama antarumat beragama untuk membangun pemahaman dan rasa hormat yang mendalam. Menyelesaikan konflik dan perbedaan dengan cara damai dan dialog, bukan dengan kekerasan atau intoleransi.

2) Demokrasi dengan kecerdasan

     Demokrasi dengan kecerdasan merupakan prinsip yang menekankan pentingnya pengetahuan, informasi, dan pemikiran kritis dalam proses demokrasi. Prinsip ini mengakui bahwa keputusan yang diambil dalam sebuah demokrasi harus didasarkan pada pemahaman mendalam dan analisis objektif. Berikut beberapa aspek penting dari demokrasi dengan kecerdasan.

a) Penggunaan informasi dan pengetahuan yang akurat

     Membuat keputusan politik dan sosial berdasarkan fakta, data, dan penelitian ilmiah, bukan hanya opini atau emosi. Menganjurkan masyarakat untuk mengecek kebenaran informasi dan berita sebelum mempercayai atau menyebarkannya.

b) Pendidikan sebagai fondasi

     Mendorong pendidikan yang tidak hanya fokus pada pengetahuan faktual, tetapi juga mengembangkan kemampuan berpikir kritis, analisis, dan pemecahan masalah. Memasukkan pendidikan kewarganegaraan di sekolah untuk membekali siswa dengan pengetahuan tentang demokrasi, hak asasi manusia, dan proses politik.

c) Literasi digital

     Meningkatkan kemampuan literasi digital masyarakat untuk membantu mereka memahami dan menilai informasi yang diterima melalui media digital dan internet. Mengajarkan cara mengidentifikasi berita palsu (fake news) dan informasi yang menyesatkan.

d) Partisipasi publik yang berbasis pengetahuan

Mendorong partisipasi aktif warga negara dalam proses demokratis dengan pengetahuan yang cukup tentang isu-isu yang dibahas. Menggunakan platform digital untuk meningkatkan kesadaran publik mengenai isu-isu politik dan sosial.

3) Demokrasi yang berkedaulatan rakyat

          Demokrasi yang berkedaulatan rakyat merupakan salah satu pilar fundamental dalam sistem demokrasi, yang menekankan bahwa kekuasaan tertinggi dalam negara berada di tangan rakyat. Prinsip ini memiliki beberapa aspek penting, sebagai berikut.

a) Kehendak rakyat sebagai fondasi pengambilan keputusan

     Semua kebijakan dan keputusan pelitik harus mencerminkan kehendak dan kepentingan rakyat. Pemerintah dan para pemangku kebijakan harus responsif terhadap kebutuhan dan aspirasi masyarakat.

b) Partisipasi aktif warga negara

     Mendorong keterlibatan aktif warga negara dalam berbagai proses demokrasi, termasuk pemilihan umum, dialog kebijakan publik, dan proses legislatif. Memberikan ruang bagi warga untuk menyampaikan pendapat dan masukan, baik secara langsung maupun melalui perwakilan..

c) Transparansi dan akuntabilitas pemerintah

     Pemerintah harus transparan dalam kegiatan dan keputusannya, memastikan bahwa informasi penting tersedia bagi publik. Akuntabilitas kepada rakyat menjadi kunci, dengan mekanisme pengawasan yang efektif untuk memastikan bahwa pemerintah bertanggung jawab atas tindakannya.

d) Pemilihan umum yang bebas dan adil

     Pemilihan umum harus dijalankan secara bebas, adil, dan transparan untuk memastikan bahwa mereka mencerminkan kehendak rakyat. Memastikan akses yang setara bagi semua warga negara untuk berpartisipasi dalam pemilihan umum.

4) Demokrasi dengan rule of law (kedaulatan hukum) Demokrasi dengan rule of law atau demokrasi dengan kedaulatan hukum menekankan pentingnya hukum sebagai dasar dalam menjalankan negara. Berikut aspek-aspek penting dari prinsip ini.

a) Penerapan hukum secara adil dan tidak diskriminatif

     Hukum harus diterapkan secara konsisten dan adil kepada semua orang, tanpa memandang status, jabatan, etnis, agama, atau latar belakang sosial. Penerapan hukum tidak boleh diskriminatif dan harus memberikan perlindungan yang setara kepada setiap warga negara.

b) Kepatuhan terhadap hukum oleh semua pihak

     Pemerintah dan warga negara sama-sama harus patuh terhadap hukum yang berlaku. Tidak ada yang berada di atas hukum, termasuk para pemimpin dan pejabat negara.

c) Independensi lembaga peradilan

     Lembaga peradilan harus bebas dari intervensi politik dan kepentingan lainnya, memastikan bahwa keputusan hukum dibuat berdasarkan fakta dan hukum yang berlaku. Hakim dan lembaga peradilan harus bekerja secara independen untuk memastikan keadilan dan kepatuhan terhadap hukum.

d) Transparansi dan akuntabilitas dalam sistem hukum

     Proses hukum harus transparan dan dapat diakses oleh publik. Mekanisme pengawasan dan pengaduan harus tersedia bagi masyarakat untuk melaporkan pelanggaran atau ketidakadilan dalam penerapan hukum.

5) Demokrasi dengan pemisahan kekuasaan negara

     Demokrasi dengan pemisahan kekuasaan negara adalah prinsip fundamental dalam sistem demokrasi yang bertujuan untuk menjaga keseimbangan dan mencegah penyalahgunaan kekuasaan. Hal ini melibatkan pemisahan dan keseimbangan antara tiga cabang kekuasaan negara yaitu eksekutif, legislatif, dan yudikatif. Berikut beberapa aspek penting dari prinsip ini.

a) Pemisahan fungsi dan kewenangan

     Fungsi eksekutif, legislatif, dan yudikatif harus dipisahkan serta didefinisikan dengan jelas untuk menghindari tumpang tindih dan konflik kepentingan. Masing-masing.

     cabang memiliki peran, tanggung jawab, dan kewenangan yang berbeda, serta tidak boleh campur tangan dalam urusan cabang lain.

b) Keseimbangan kekuasaan

     Sistem checks and balances (pengawasan dan keseimbangan) harus diterapkan untuk memastikan bahwa tidak ada satu cabang kekuasaan mendominasi yang lain. Mekanisme ini memungkinkan setiap cabang kekuasaan untuk mengawasi dan, jika perlu, mengoreksi tindakan cabang lain.

c) Independensi yudikatif

     Lembaga peradilan harus independen dari pengaruh eksekutif dan legislatif. Hakim dan pengadilan harus bebas dari tekanan politik dan eksternal dalam membuat keputusan hukum.

d) Akuntabilitas dan transparansi

     Setiap cabang kekuasaan harus bertanggung jawab atas tindakannya dan transparan dalam proses pengambilan keputusan. Mekanisme akuntabilitas harus diterapkan untuk memastikan bahwa pejabat di setiap cabang dapat dimintai pertanggungjawaban atas tindakan mereka.

6) Demokrasi dengan hak asasi manusia

          Demokrasi dengan hak asasi manusia menekankan pentingnya menghormati dan melindungi hak asasi manusia sebagai bagian integral dari praktik demokratis. Berikut aspek-aspek penting.

a) Kebebasan berbicara dan berekspresi

     Menjamin kebebasan individu untuk menyatakan pendapat dan gagasan tanpa takut akan pembalasan. Memastikan media dan platform digital terbuka untuk ekspresi yang beragam dan bebas dari intervensi yang tidak wajar oleh pihak-pihak berkepentingan.

b) Akses ke informasi

     Memberikan warga negara akses ke informasi publik, sehingga memungkinkan mereka untuk membuat keputusan yang tepat dan terinformasi, serta memastikan transparansi dalam kegiatan pemerintah dan lembaga publik.

c) Perlindungan privasi dan data pribadi

     Menghormati privasi individu, termasuk dalam lingkup digital, dengan melindungi data pribadi dari akses dan penggunaan yang tidak sah. Caranya dengan mengembangkan undang-undang dan kebijakan yang mengatur pengumpulan, penggunaan, dan pembagian data pribadi.

d) Pencegahan pelanggaran hak asasi manusia

     Mencegah dan merespons pelanggaran hak asasi manusia, termasuk diskriminasi, kekerasan, dan penyalahgunaan wewenang. Hal tersebut dapat dilakukan dengan mengadili dan memberi sanksi pada pelanggar hak asasi manusia secara adil dan efektif.

 

 

7) Demokrasi dengan pengadilan yang merdeka

          Demokrasi dengan pengadilan yang merdeka merupakan prinsip penting yang menekankan pada kemandirian dan keadilan sistem peradilan dalam mewujudkan tata kelola demokratis. Konsep ini melibatkan beberapa aspek penting, sebagai berikut.

a) Independensi sistem peradilan

     Pengadilan harus independen dari pengaruh politik, ekonomi, atau tekanan sosial lainnya. Hakim dan pengadilan harus bebas dari intervensi eksternal, termasuk dari pemerintah, agar dapat memberikan putusan yang objektif dan tidak bias.

b) Proses peradilan yang adil

Setiap individu berhak mendapatkan akses yang sama ke sistem peradilan serta dihakimi secara adil dan tidak diskriminatif. Proses peradilan harus transparan, dengan prosedur yang jelas dan dapat diakses oleh semua pihak.

c) Perlindungan hak asasi manusia

Pengadilan harus melindungi hak asasi manusia, termasuk hak untuk mendapat pembelaan, hak atas proses hukum yang adil, dan hak untuk tidak disiksa atau diperlakukan secara tidak manusiawi.

d) Akuntabilitas sistem peradilan

Hakim dan pejabat peradilan harus bertanggung jawab atas keputusan mereka dan dapat diadili jika terbukti melakukan pelanggaran hukum atau etika profesi. Mekanisme pengawasan yang efektif harus diterapkan untuk memastikan integritas sistem peradilan.

b. Contoh perilaku demokratis pada era keterbukaan

     Perilaku demokratis pada era keterbukaan informasi mencakup berbagai aspek yang menunjukkan bagaimana individu, lembaga, dan pemerintah berinteraksi dalam masyarakat yang demokratis.

1) Lingkungan keluarga

Contoh perilaku demokratis pada era keterbukaan di lingkungan keluarga, sebagai berikut.

a) Berlaku adil kepada semua anggota keluarga

     Demokrasi yang pertama adalah sikap kita kepada semua anggota keluarga yang ada, di mana kita harus bersikap adil kepada orang tua, saudara, ataupun kerabat terdekat. Hal tersebut bisa membuat hubungan kekeluargaan dapat terjalin dengan harmonis.

b) Bebas mengeluarkan pendapat

     Semua anggota keluarga mempunyai hak yang sama dalam mengutarakan pendapat. Hal ini harus dijaga dengan baik supaya tidak terjadi kesalahpahaman karena suatu perkara. Terlebih lagi bila salah paham tersebut tidak diselesaikan dengan baik, maka nantinya akan berakibat fatal jika tidak segera diluruskan.

c) Mengatasi masalah keluarga dengan musyawarah

     Jika ada suatu masalah di keluarga, maka lakukanlah musyawarah bersama dengan semua anggota keluarga. Jangan pernah ragu untuk melakukan hal ini karena keluarga merupakan orang yang paling dekat dan pastinya akan mengerti jika didiskusikan dengan baik.

2) Lingkungan sekolah

Selain di lingkungan keluarga, ada pula contoh demokrasi yang ada di lingkungan sekolah. Contoh demokrasi yang ada di lingkungan sekolah yaitu sebagai berikut.

a) Pemilihan ketua kelas dengan cara voting atau musyawarah

     Salah satu contoh demokrasi yang ada di lingkungan sekolah adalah pemilihan ketua kelas. Di mana pemilihan tersebut dapat dilakukan dengan cara musyawarah atau voting yang dipimpin oleh guru. Tidak hanya pemilihan ketua kelas saja, tetapi pemilihan ketua lainnya juga dapat dilakukan dengan cara musyawarah. Misalnya saja pemilihan ketua OSIS, ketua kegiatan, pengurus kelas, dan lainnya.

b) Saling menghargai pendapat orang lain

     Menanamkan sikap saling menghargai orang lain sudah seharusnya dimulai sejak di bangku sekolah. Peran seorang guru sangatlah penting untuk mengajarkan kepada muridnya mengenai sikap tersebut. Hal itu dapat dimulai dari hal kecil seperti menghargai pendapat siswa, tidak tertawa ketika siswa lain menjawab, dan lainnya.

c) Menerapkan jadwal piket bergilir

     Menerapkan jadwal piket tentunya menjadi salah satu pembelajaran yang bagus untuk siswa. Dengan adanya jadwal piket bergilir, maka hal itu bisa membuat siswa tahu bahwa setiap orang mempunyai hak dan juga kewajiban yang sama. Jadwal piket tidak hanya sebatas piket kebersihan saja, akan tetapi juga bisa berupa piket upacara, piket menata kelas, dan lainnya.

d) Tidak ada diskriminasi

     Sekolah sudah menjadi rumah yang kedua bagi para siswa. Oleh sebab itu, menjaga lingkungan sekolah dari berbagai hal yang tidak nyaman seperti diskriminasi merupakan hal yang sangat penting untuk dilakukan. Baik itu guru atau siswa dapat berperan aktif supaya kondisi sekolah tidak ada tindakan bullying atau diskriminasi. Sebab, di sekolah semua siswa memiliki hak yang sama.

3) Lingkungan tempat tinggal

     Demokrasi yang ada di lingkungan tempat tinggal tentunya harus dilakukan, mengingat seseorang diwajibkan untuk berperan aktif dalam menjaga sistem kemasyarakatan agar tetap berjalan. Berikut contoh demokrasi yang ada di lingkungan tempat tinggal.

a) Ikut berpartisipasi dalam menjaga keamanan dan ketertiban

     Keamanan dan juga ketertiban sebuah lingkungan sebagian besar dipengaruhi oleh masyarakat yang ada di dalamnya. Jika ada suatu kerusuhan karena suatu masalah, maka semua masyarakat dapat berpartisipasi dalam menyelesaikan masalah keamanan tersebut secara kekeluargaan.

b) Gotong royong dengan semua warga

     Kegiatan gotong royong ini menjadi salah satu kegiatan positif yang sudah biasa dilakukan sejak zaman dulu. Akan tetapi, seiring dengan berkembangnya zaman, budaya gotong royong makin luntur dan jarang kita temui. Padahal, kegiatan tersebut mempunyai nilai yang sangat besar terhadap berdirinya suatu pemerintahan yang bersifat demokrasi.

c) Musyawarah rutin

     Salah satu aksi demokrasi yang paling tradisional adalah musyawarah. Di mana semua orang berhak berpartisipasi dan menyatakan pendapat mereka dalam menyelesaikan suatu masalah melalui musyawarah itu. Jadi, akan menghasilkan satu keputusan dan didukung oleh semua anggota yang kiranya menjadi solusi terbaik.

4) Lingkungan bernegara

     Contoh demokrasi yang terakhir yaitu demokrasi yang ada di dalam sistem pemerintahan negara. Di lingkungan bernegara setiap orang, baik itu dari pemerintah atau masyarakat berperan untuk memajukan negara. Contoh demokrasi dalam bernegara dapat diketahui sebagai berikut.

a) Pemilu presiden dan wakil presiden

     Pemilihan umum presiden dan wakilnya menjadi pesta demokrasi yang ada di dalam suatu negara. Di mana semua negara mempunyai hak untuk memilih pemimpin dari negara tersebut. Di Indonesia, pemilu menjadi ajang pesta demokrasi yang sangat besar. Bahkan, di hari tersebut dijadikan sebagai hari libur secara nasional.

b) Pemimpin bisa menjalankan tugas sesuai amanat

     Negara seperti Indonesia mempunyai pemimpin yang disebut presiden. Presiden yang terpilih untuk memimpin negara kurang lebih 5 tahun ini mempunyai tanggung jawab yang sangat besar. Salah satunya yaitu menjalankan tugas sesuai dengan amanat yang sudah diberikan masyarakat. Hal itu menjadi kewajiban untuk menjalankan sistem pemerintahan demokrasi.

 

 

Asesmen Formatif

Bacalah teks berikut untuk menjawab soal nomor 1-5!

 

Sikap Demokratis Bisa Ditumbuhkan Sejak Usia Dini

Sebagai negara yang menganut sistem demokrasi, warga negara Indonesia tentunya harus mempunyai sikap dan perilaku yang demokratis, yakni menghargai adanya perbedaan pendapat. Sikap dan perilaku demokratis itu tentunya juga tidak bisa diajarkan hanya dalam waktu satu atau dua tahun, namun harus dimulai sedini mungkin. Oleh karena itulah, peran keluarga sangat penting dalam menanamkan sikap dan perilaku demokratis ini. Selain orang tua, masyarakat juga punya andil dalam menumbuhkan sikap dan perilaku demokratis ini.

Suatu contoh yang dilakukan masyarakat dalam menumbuhkan sikap dan perilaku demokratis ditunjukkan oleh Dolli Einstein, tempat penitipan anak yang berlokasi di Kota Pinneberg, Jerman. Cara yang dilakukan Dolli Einstein ini tampaknya bisa ditiru bangsa Indonesia. Setiap harinya,

anak-anak yang dititipkan di Dolli Einstein Haus menentukan banyak hal, termasuk menu sarapan, lewat pemungutan suara. Mereka juga diajari untuk memahami hak-hak mereka. Salah satu dinding di Dolli Einstein Haus adalah 'piagam' yang berisi tujuh hak dasar yaitu hak untuk tidur, hak untuk menentukan apa yang dimakan dan berapa banyak, hak untuk menentukan apa yang dimainkan, hak untuk memilih tempat duduk, hak untuk mengutarakan pendapat kapan saja, hak untuk berpelukan dengan siapa pun, dan hak untuk menentukan siapa yang mengganti popok. Pia, salah satu anak, pernah menolak perintah tidur dari orang tuanya karena menurutnya 'Aku dapat menentukan kapan aku tidur, itu hakku. "Demokrasi bukan hanya soal pemilu. Bagi kami ini adalah tentang menganggap serius masyarakat atau anak-anak, dan belajar untuk mengambil keputusan dengan cara yang tidak membuat satu orang pun tertinggal," ujar Ute Rodenwald, pimpinan Dolli Einstein Haus. Menurut Rodenwald, tujuan pendidikan demokrasi di pusat penitipan adalah lebih mengenai mengajarkan kepada orang dewasa untuk menerima keputusan anak, bukan sebaliknya.

Pendidikan demokrasi di Dolli Einstein Haus adalah sebuah usaha untuk menciptakan alternatif. Terus meningkatnya jumlah keluarga yang kedua orang tuanya bekerja, yayasan prasekolah mendapat tekanan lebih besar untuk lebih aktif berperan dalam mendidik anak.

 

1.    Sebagai negara yang menganut sistem demokrasi, warga negara Indonesia tentunya harus mempunyai sikap dan perilaku yang

a. ramah

b. sopan

c. cinta tanah air

d. demokratis

2. Berilah tanda centang () pada pernyataan yang sesuai atau tidak sesuai berdasarkan teks tersebut!

 

Pernyataan

Sesuai                                                                          Tidak Sesuai

 

Sikap dan perilaku demokratis itu bisa diajarkan hanya dalam waktu satu atau dua tahun de

Peran keluarga sangat penting dalam menanamkan sikap dan perilaku demokratis.

Masyarakat tidak punya andil dalam menumbuhkan sikap dan perilaku demokratis ini.

Perilaku yang demokratis yakni menghargai adanya perbedaan pendapat.

 

3.  Berilah tanda centang () pada sikap demokratis yang diajarkan di Dolli Einsten!

Menentukan menu sarapan melalui pemungutan suara.

Memahami hak-hak dasar yang anak-anak miliki.

Melakukan pemilu ketika mereka dewasa.

Menentukan semua keputusan tanpa ada batasan.

3.    Tempat penitipan anak di Jerman yang mengajarkan sikap dan perilaku demokratis yaitu

4.    Apa tujuan dari demokrasi yang diajarkan di Dolli Einsten?

 

 

 

Tugas Kelompok

Kerjakan tugas berikut secara berkelompok!

1. Bentuklah kelompok yang beranggotakan 3-4 siswa!

2. Bersama kelompok Anda lakukan identifikasi mengenai cara menerapkan demokrasi di era keterbukaan!

3. Tuliskan hasil diskusi Anda dalam bentuk PowerPoint! Kemudian presentasikan di depan kelas Anda !

 

Soal Tantangan

Kerjakan tugas berikut secara mandiri!

Pada era keterbukaan informasi ini memudahkan kita dalam berperilaku demokratis. Akan tetapi banyak pula dampak negatif demokratis dalam era keterbukaan informasi. Menurut Anda, bagaimana pengaruh dari era keterbukaan informasi dalam berperilaku demokratis? Berikan contoh konkret perilaku yang sesuai dan yang tidak sesuai dalam demokratis! Tuliskan hasilnya dalam bentuk PowerPoint, kemudian presentasikan di depan kelas!

 

Refleksi

1. Sudahkah Anda memahami periodisasi pemberlakuan UUD di Indonesia?

2. Dapatkah Anda menyebutkan perubahan UUD NRI Tahun 1945?

3. Dapatkah Anda berperilaku demokratis berdasarkan UUD NRI Tahun 1945 pada era keterbukaan informasi seperti sekarang ini?

 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar